Business is booming.

Menuju Kemuliaan Akhlak Untuk Meraih Ke Ridho’an Allah

0

Dunia-muslim.id – Hendaknya kita semua berhati-hati agar jangan sampai ilmu yang kita miliki hanya sekedar menjadi sekedar pengetahuan saja namun kosong dari keikhlasan dan ittiba’, atau ilmu yang kita miliki hanya untuk menyombongkan diri di hadapan para ulama, atau untuk mendebat orang-orang bodoh.

 

Dengan demikian, kita berlindung kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dari perkara tersebut, sebagaimana Rosulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam pernah berlindung darinya. Beliau Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا

“Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak pernah khusyu’, dari jiwa yang tidak pernah puas, dan dari doa yang tidak pernah dikabulkan.”

Kita juga berlindung kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dari ilmu yang hanya ditujukan untuk meraih kemewahan duniawi yang cepat sirna, dengan demikian ilmu tersebut menjadi penyebab gugurnya pahala amalan kita, bahkan menjadi petaka, bencana dan siksa di akhirat kelak –na’uudzu billah min dzaalik-,

sebagaimana yang telah Allah Subhanahu wa ta’ala kabarkan dalam firman-Nya:

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لاَ يُبْخَسُونَ * أُولَئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآَخِرَةِ إِلاَّ النَّارُ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan Sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan”.

Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.

 

Ikhlas Dalam Beribadah Dan Beramal Salih

 

mengapa beramal harus ikhlas?jelaskan - Brainly.co.id

 

Seluruh amal perbuatan wajib ikhlas hanya untuk mendapatkan wajah Allah Subhanahu wa ta’ala, agar orang yang mengamalkannya mendapatkan pahala dari Allah Subhanahu wa ta’ala,

 

sebagaimana yang telah disebutkan dalam firman Allah Subhanahu wa ta’ala:

قُلْ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ * لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

Katakanlah: “Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan Aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)“.

Adapun jika suatu amal perbuatan tidak diiringi dengan keikhlasan, maka amal perbuatan itu gugur dan batal. Orang yang mengamalkannya tidak akan mendapatkan pahala pada hari kiamat kelak, karena pada hakikatnya dia telah mengamalkannya untuk mendapatkan dunia, maka dia hanya akan mendapatkan ganjarannya di dunia saja.

 

Keinginan untuk menuntut ilmu wajib didampingi dengan keikhlasan hanya untuk Allah Subhanahu wa ta’ala dan tekat yang kuat untuk beramal dan berittibaa’ kepada Rosulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.

 

Mempraktikan Akhlak Mulia Dalam Berdakwah

 

Pentingnya Akhlak Mulia dalam Berdakwah - Ustadz Muhammad Nuzul ...

 

Betapa indahnya berdakwah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala bila diiringi dengan mempraktekkan akhlak yang mulia dalam setiap perkara, baik yang kecil maupun yang besar. Demikianlah dakwah para sahabat Rosulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, dengan mempraktekkan akhlak yang mulia.

 

firman Allah Subhanahu wa ta’ala:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لاَنْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي اْلأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah Lembut terhadap mereka. sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu”.

Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

 

Jadi, kamu dengan akhlakmu, ucapanmu, tingkah lakumu dan kemuliaan akhlakmu terhadap orang lain merupakan praktek dakwah yang berhasil.Maka, teruslah berusaha untuk menjadikan amal perbuatanmu sesuai dengan ilmu yang kamu miliki.

 

Istiqomah Dalam Mengamalkan Perintah Allah Subhanahu wa ta’ala

 

Istiqomah Jalan Menuju Kebahagiaan

 

Perkataan wajib diiringi setelahnya dengan istiqomah (keteguhan) di dalam mengamalkan perintah Allah Subhanahu wa ta’ala. Hindarilah pengakuan-pengakuan, omong kosong-omong kosong, dan slogan-slogan yang tidak ada bukti amal perbuatan!

 

Sungguh, kita dapatkan banyak orang, bahkan disayangkan sebagian para da’i, mereka tidak mengamalkan atau mempraktekkan hal-hal yang mereka katakan. Kita bisa dapatkan adanya kekerasan, kekakuan, perangai yang kasar dari sebagian mereka.

 

Lalu, bagaimana selanjutnya sikap manusia terhadap para da’i seperti mereka?!! Tidak diragukan lagi, manusia akan meninggalkan dan membenci ilmu yang mereka miliki, bahkan mereka akan mengatakan: “Kami masih lebih baik daripada mereka.” selanjutnya, manusia akan berpaling dari mereka.

 

Itu semua terjadi karena mereka menuntut ilmu lalu mengajarkannya akan tetapi tidak mengamalkannya, sehingga ilmu yang mereka miliki akan menjadi hujjah atas mereka. Allah Subhanahu wa ta’ala telah mengancam kita dalam firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لاَ تَفْعَلُونَ * كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لاَ تَفْعَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan”.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.