Business is booming.

Teruntuk Kita, Yang Terjatuh Dalam Dosa berkali-kali.

0

Dunia-muslim.id – Mungkin hari itu, hari dimana engkau merasa paling buruk dan hina. Sudah berkali-kali kau terjebak dalam lubang yang sama, tapi hari itu adalah lubang yang paling buruk. Sangat buruk.

Kau sudah mencoba untuk tidak kesana lagi, namun gagal. Nafsumu  selalu mengalahkan perjuangamu untuk tidak ke lubang itu. Lubang kemaksiatan.

Sekarang, kau merasa dosa itu telah menghitami seluruh jiwamu. Perasaanmu mulai dihantui rasa salah yang sangat besar. Akalmu tahu, bahwa itu salah, tapi hatimu tidak terlalu tajam untuk menangisi kesalahan itu. Kau sulit menangis. Semuanya terasa hitam dan kau pun berputus asa.

Kawan. Tahukah engkau? Di saat seperti ini, apakah kau tahu siapa yang akan menang ?

Ya, iblis laknat itu mulai mengibarkan bendera kemerdekaannnya ketika ia melihat engkau mulai merasa berputus asa.

Ia akan tertawa terbahak-bahak dan berbangga di depan kawanannya atas hasil usahanyayang telah membuatmu berputus asa. Memang itulah misi mereka. Membuat manusia berputus asa dari  rahmat Allah.

Kawan. Tahukah engkau? Seberapa luasnya Rahmat Allah ?

Di detik-detik terakhirnya, Fir’aun sang manusia lalim yang telah skarat menjelang maut menghampirinya, mulai menyadari akan kebiadaban dirinya sendiri.

Fir’aun merasa lemah dan tak berdaya. Ia sadar bahwa dirinya sudah terlalu melampui batas hingga berani mengakui dirinya sebagai tuhan yang paling tinggi. Betapa biadabnya diriku ini’ begitu menyesalnya Fir’aun di detik-detik terakhirnya itu.

Dalam detik-detik terakhir dan dalam detik-detik penyesalan itu pun, Fira’un ternyata mencoba untuk mengakui kesalahannya dan bertaubat seraya mengatakan ‘Laa ilaha ilallah‘. Namun sayang, disaat yang bersamaan, Jibril yang melihat kejadian itu dengan cepat bertindak untuk menghentikan Fir’aun.

Sebab kekesalan Jibril terhadap kekejian Fir’aun, membuat Jibril menyumpal lumpur hitam ke mulut Fir’aun, agar ia tidak bisa mengucapkan kalimat tauhid. Itu semua dilakukan Jibril karena ia takut, jika Fir’aun mengucapkan itu, maka Rahmat Allah akan datang kepadanya.

“Wahai Muhammad! Andai saja kau melihatku saat mengambil lumpur hitam lautan lalu aku sumpalkan ke mulutnya, karena khawatir Rahmat menghampirinya.”

Kata Jibril yang diriwayatkan dalam Hadist Riwayat At-Tirmidzi 3320,3321)

Teruntuk Kita, Yang Terjatuh Dalam Dosa Berkali-Kali.

Kawan. Tahukah engkau? Bahwa Rahmat Allah mendahului murka-Nya ?

Sangat naif jika kita berprasangka bahwa diri yang ternoda ini tidak akan bisa mendapatkan kasih sayang dari-Nya. Fir’aun yang dosanya telah melampaui semesta pun, masih tetap optimis untuk bertaubat di detik-detik krusialnya. Nah, kita? Syukur maksiat kita belum separah Raja Mesir itu, namun kita terkadang dengan cepat berputus asa dengan Rahmat Allah.

Ketahuilah,kawan. Allah sampaikan kepada kita dengan indah dalam Hadist riwayat Bukhari :

“Sesungguhnya Rahmat-Ku lebih mengalahkan kemurkaan-Ku.”

Betapa indahnya terdengar di telinga para pendosa seperti kita ini.

Teruntuk kita yang sering menangisi kesalahan yang sama berulang kali. Mungkin rasanya bodoh sekali, dasar manusia memang tak tahu diri. Lalu seenaknya kita menghakimi diri sendiri, bahwa diri tak akan diampuni. Teruntuk kita yang terjatuh di lubang yang sama berkali-kali.

Ini bukanlah tentang seberapa banyak kita terjatuh, tapi seberapa tangguh kita untuk bangkit kembali. Maka berjanjilah, kawan.

Di saat kita terjatuh di lubang yang sama, kita tak akan lama terpuruk dalam putus asa. Kita dengan segera kembali bangkit dan berlari untuk mengajar RahmatNya dan memohon ampunannya. Agar allah swt memberi ampunan untuk mu.

Leave A Reply

Your email address will not be published.